statement trading

statement trading
ini adalah hasil live trading EA saya.hasil trading 10% tiap bulan untuk posisi aman, bisa smpe 20-30% untuk posisi spekulasi.jika ada yg berminat contact saya di 085649238006.
InstaForex

trading free $100 no deposit

DAFTAR ROBO FOREX, GRATIS $15

masukkan kode referal:" ybu " jika keberatan silahkan dikosongin aja

MARKETIVA

MARKETIVA
untuk pendaftaran klik gambar diatas dan untuk mendapatkan kupon silahkan kirim email ke saifudinzuhri32@yahoo.co.id

tempat penukaran uang terpercaya

daftar libertyreserve

SIGNAL FOREX HARI INI


Powered by GainScope.com - Forex

download gratis dapat uang

payooner

ini adalah perusahaan yang menjual produk ksehatan.dengan daftar disini,kita akan dapat kartu kredit payooner gratis langsung di kirim kerumah kita.silahkan mencoba saya sudah mendapatkan kiriman kartu kreditnya.kegunaan kartu kredit tersebut dapat kita gunakan untuk mengaktifkan rekening paypal. silahkan klik dibawah ini.

Jumat, 26 Juni 2009

pengaruh ekonomi terhadap pendidikan

Aspek Ekonomi dalam Pendidikan
Ditulis oleh Cucu Lisnawati
Penulis: Cucu Lisnawati, S.Pd. (dosen tetap pada Universitas Langlangbuana di Bandung). Abstrak: Masalah
pendidikan sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari masalah ekonomi. Baik secara langsung maupun tidak langsung,
kontribusi pendidikan terhadap ekonomi dan pembangunan harus diakui. Dengan demikian, tidak selamanya pendidikan
dianggap sebagai konsumsi atau pembiayaan. Sudah saatnya, pendidikan harus dipandang sebagai investasi, yang
secara jangka panjang kontribusinya dapat dirasakan. Kata Kunci: Ekonomi pendidikan, investasi dalam pendidikan,
pembiayaan dalam pendidikan.
A. Ukuran-ukuran Kontribusi Pendidikan Terhadap Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Bagaimanakan
keterkaitan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi? Secara sederhana, jawaban atas pertanyaan tersebut dapat
digambarkan berikut ini. Untuk menjawab hal tersebut di atas, kita tidak dapat melepaskan diri dari masalah
pembangunan. Konsep pembangunan dalam bidang sosial ekonomi sangat beragam tergantung konteks
pengggunaanya. Ahli-ahli ekonomi mengembangkan teori pembangunan yang didasari kepada kapasitas produksi
tenaga manusia di dalam proses pembangunan, yang kemudian dikenal dengan istilah Invesment in Human Capital.
Teori ini didasari pertimbangan bahwa cara yang paling efisien dalam melakukan pembangunan nasional suatu negara
terletak pada peningkatan kemampuan masyarakatnya. Selain itu dihipotesiskan pula bahwa faktor utama yang
mendukung pembangunan adalah pendidikan masyarakat. Teori human capital mengasumsikan bahwa pendidikan
formal merupakan instrumen terpenting untuk menghasilkan masyarakat yang memiliki produktifitas yang tinggi. Menurut
teori ini pertumbuhan dan pembangunan memiliki 2 syarat, yaitu 1. Adanya pemanfaatan teknologi tinggi secara efisien,
dan 2. Adannya sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan teknologi yang ada. Sumber daya manusis seperti itu
dihasilkan melalui proses pendidikan. Hal inilah yang menyebabkan teori human capital percaya bahwa investasi dalam
pendidikan sebagai investasi dalam meningkatkan produktivitas masyarakat. Asumsi dasar yang melandasi keharusan
adanya hubungan pendidikan dengan penyiapan tenaga kerja adalah bahwa pendidikan diselenggarakan untuk
meningkatkan keterampilan dan pengatahuan untuk bekerja. Dengan kata lain, pendidikan menyiapkan tenaga-tenaga
yang siap bekerja. Namun demikian pada kenyataannya tingat pengangguran di hampir seluruh negara bertambah
sekitar 2 % setiap tahunnya (World Bank:1980) Terjadinya pengangguran bukan disebabkan tidak berhasilnya proses
pendidikan, namun pendidikan tidak selalu harus menghasilkan lulusan dengan jenis pekerjaan tertentu. Sekolah
memang dapat menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu, tetapi sekolah bukan satu-satunya tempat
dimana keterampilan itu dapat dicapai. Terdapat berbagai macam faktor untuk mengukur bagaimana pertumbuhan
ekonomi diukur dengan baik. Diantara ukuran-ukuran tersebut, diantaranya: 1. Pendapatan per-kapita 2. Perubahan
peta ketenagakerjaan dari pertanian ke industri 3. Konsumsi energi atau pemakaian barang berteknologi tinggi seperti
mobil, telepon, televisi Dengan demikian kriteria untuk menilai keberhasilan pembangunan: 4. Peningkatan dalam
efisiensi sistem produksi masyarakat yang diukur dengan GDP dan GNP. 5. Kepuasaan pemenuhan kebutuhan dasar
masyarakat, 6. Pencapaian tujuan-tujuan oleh berbagai kelompok dalam masyarakat, yang dikaitkan dengan
penggunakan sumber daya yang terbatas. Pola keterkaitan antara pendidikan dan pembangunan berbeda sesuai
dengan karakteristik khas setiap negara. Secara ringkas tampak berikut ini. 1. Negara Kapitalis vs Negara Sosialis.
Ekonomi di negara kapitalis mengasumsikan bahwa model produksinya bebas dari intervensi pemerintah dan
mensyaratkan adanya kompetisi terbuka di dalam pemasaran. Hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi
sangat erat dan pendidikan merupakan suatu hal yang diperlukan. Ekonomi di negara sosialis, memiliki konteks yang
berbeda dalam mengitepretasikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Pemerintah memiliki peranan di dalam
mengontrol jalannya proses produksi dan pemasaran. Kaitan antara pendidikan dengan pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan seolah tidak terlihat karena pembangunan sangat diatur oleh negara, bukan ditentukan oleh masingmasing
warga negara. 2. Negara Industri vs Non-Industri. Di Amerika Serikat yang sudah maju, persentase pekerja
yang bekerja di sektor industri sebesar 33 % dan di bidang jasa/service sebesar 66 %. Di Meksiko persentase di sektor
yang sama adalah 23 % dan 33 %. Di negara maju, penduduknya memiliki pendapatan perkapita yang lebih tinggi,
pemakaian teknologi yang canggih, konsumsi energi yang lebih besar dibandingkan negara kurang berkembang. Di
negara maju memiliki akumulasi modal yang lebih besar, sebagai akibat dari kelebihan pendapatan setelah dikurangi
kebutuhan konsumsi, sehingga jumlah tabungan semakin lebih besar dan pada akhirnya akan diinvestasikan lagi pada
sistem ekonomi yang telah berjalan. Hubungan antara pendidikan dan pembangunan di negara maju sangat jelas dilihat
dari adanya perubahan karakteristik individu yang berkaitan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Di negara nonindustri,
perekonomiannya sangat tergantung kepada sektor pertanian sehingga persentase tenaga kerjanya lebih
banyak yang bekerja di sektor non-industri. Jelas bagaimana pentingnya analisis kontribusi pendidikan dalam
pembangunan. Salah satu alasan banyaknya kontroversi tentang kaitan antara pembangunan dan pendidikan
disebabkan karena sedikit sekali kebijakan pendidikan yang dimonitor benar-benar dan juga dievaluasi hasilnya. Analisis
terhadap pendidikan biasanya bersifat ex-post fakto, artinya data diperoleh dari kejadian-kejadian yang telah lampau.
Sebenarnya konsep bagaimana pendidikan itu harus dievaluasi harus dikembangkan sejak tujuannya ditetapkan.
dengan memperhatikan kerangka berpikirnya dan metodologinya. Metode yang sering dipakai dalam penelitian evaluasi
adalahl linear regresion and the educational production. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka untuk membicarakan
lebih lanjut kontribusi pendidikan terhadap pembangunan harus ditemukan kriteria-kriteria atau ukuran-ukuran
pertumbuhan atau hasil pembangunan. Dari uraian di atas, maka dapatlah dirumuskan ukuran-ukuran sebagai berikut.
1. Teknologi tinggi dan sumberdaya yang mengoperasikannya 2. Pendapatan per-kapita 3. Perubahan peta
ketenagakerjaan dari pertanian ke industri 4. Konsumsi energi atau pemakaian barang berteknologi tinggi 5.
Peningkatan dalam efisiensi sistem produksi masyarakat yang diukur dengan GDP dan GNP 6. Kepuasaan pemenuhan
kebutuhan dasar masyarakat 7. Pencapaian tujuan-tujuan oleh berbagai kelompok dalam masyarakat, yang dikaitkan
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 11 February, 2009, 08:27
dengan penggunakan sumber daya yang terbatas. Berdasarkan ukuran tersebut di atas, maka untuk mengetahui
keterkaitan antara pendidikan dan pembangunan diperlukan data sebagai berikut. 1. Pendidikan, yang meliputi
partisipasi pendidikan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan 2. Pendapatan nasional, baik dalam bentuk
Pendapatan Nasional Bruto, Pendapatan Domestik Bruto, maupun Pendapatan Perkapita 3. Perubahan peta
ketenagakerjaan, dengan rentangan pertanian-jasa-industri 4. Konsumsi energi A. Konsep Investasi dalam Pendidikan
Investasi berarti penanaman modal atau uang. Modal atau uang yang ditanamkan bertujuan untuk mendapatkan
keuntungan, baik berupa uang atau modal maupun dalam bentuk barang atau jasa. Kenneth J. Arrow (1962)
mengemuikakan bahwa istilah investasi atau investment merupakan alokasi current resources yang mempunyai
alternatif produktif yang berguna untuk pelaksanaan kegiatan yang dapat menambah keuntungan yang diperoleh di
masa yang akan datang. Biaya atau cost suatu investasi merupakan keuntungan yang diperoleh dibagi dengan
penggunaan sumber daya dalam berbagai kegiatan lain. Dengan demikian jelas bahwa investasi merupakan
penanaman modal atau uang yang sengaja dilakukan untuk mendatangkan keuntungan melalui produk yang dihasilkan.
Sementara itu pendidikan merupakan usaha manusia untuk membangun manusia itu sendiri dengan segala masalah
dan spektrumnya yang terlepas dari dimensi waktu dan ruang. Hal ini berarti bahwa inti pendidikan itu adalah
pembelajaran seumur hidup (life long learning), sementara bentuk pendidikan formal, pendidikan non formal (luar
sekolah) dan sebagainya hanya merupakan modus operandi dari proses pendidikan. Pendidikan di sini dimaksud untuk
meningkatkan martabat manusia agar mempunyai ketermapilan dan kemampuan sehinggan produktivitasnya meningkat.
Oleh sebab itu maka hasil pendidikan akan menjadi sumber daya manusia yang sangat berguna dalam pembangunan
suatu negara. Investasi dalam pendidikan merupakan penanaman modal dengan cara mengalokasikan biaya untuk
penyelenggaraan pendidikan serta mengambil keuntungan dari sumber daya manusia yang dihasilkan melalui
pendidikan itu. Dalam konteks ini pendidikan ini diapandang sebagai industri pembalajaran manusia, artinya melalaui
pendidikan dihasilkan manusia-manusia yang mempunyai kemampuan dan keterampilan yang sangat diperlukan bagi
perekonomian suatu negara untuk meningkatkan pendapatanindividu dan pendapatan nasional. Dengan demikian maka
investasi dalam pendidikan mempunyai jangka waktu yang panjang untuk dapat mengetahui hasilnya dan hasilnya
itupun tidak dalam bentuk keuntungan lansung, melainkan keuntungan bagi pribagi yang menerima pendidikan dan bagi
negara. Sebagai fungsi investasi, pendidikan memberikan sumbangan yang berarti dalam kenaikan tingkat kehidupan,
kualitas manusia dan pendapatan nasional, terutama dalam hal-hal berikut: 1. Proses belajar mengajar menjamin
masyarakat yang terbuka (yaitu masyarakat yang senantiasa beresedia untuk mempertimbangkan gagasan-gagasan
dan harapan-harapan baru serta menerima sikap dan proses baru tanpa harus mengorbankan dirinya). 2. Sistem
pendidikan menyiapkan landasan yang tepat bagai pembangunan dan hasil-hasil rises (jaminan melekat untuk
pertumbuhan masyarakat modern yang berkesinambungan). Investasi pendidikan dapat mempertahankan keutuhan dan
secara konstan menambah persediaan pengetahuan dan memungkinkan riset dan penemuan metode serta teknik baru
yang berkelanjutan. 3. Apabila dalam setiap sektor ekonomi kita dapatkan segala faktor yang dibutuhkan masyarakat
kecuali tenaga kerja yang terampil, maka investasi dalam sektor pendidikan akan menaikan pendapatan perkapita dalam
sektor tersebut, kecuali bila struktur sosial yang hidup dalam masyarakat tersebut tidak menguntungkan. 4. Sistem
pendidikan menciptakan dan mempertahankan penawaran ketermapilan manusia di pasar pemburuhan yang luwes dan
mampu mengakomodasi dan beradaptasi dalam hubungannya dengan perubahan kebutuhan akan tenaga kerja dan
masyarakat teknologi modern yang sedang berubah (Komaruddin, 1991: 14). Investasi dalam pendidikan memusatkan
perhatian pada manusia sebagai sumber daya yang akan menjadi modal (human capital) bagai capital (Gary S. Backer,
1962) berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang mempengaruhi real income masa yang akan datang melalui
penempatan sumber daya dalam bentuk manusia. Human capital di sini merujuk pada tenaga kerja sebagai suatu faktor
produksi yang menghubungkan aspek non-ekonomi pendidikan terhadap aspek ekonomi lainnya yang mempunya dua
ciri esensial, yaitu: 1. Kualitas tenaga kerja sebagai suatu input produktif tidak dapat dibagi dan digunakan secara
terpisah. 2. Kemampuan tenaga kerja tersebut tidak dapat dipindahkan kepada orang lain. Dalam kaitan ini, Ace
Suryadi (1991) mengungkapkan bahwa menurut teori human capital yang tercermin dalam keterampilan, pengetahuan
dan produktivitas kerjanya. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa ada model investasi dalam bentuk sumber daya
manusia yang secara langsung atau tidak melakukan hubungan antara indikator pendidikan di satu pihak dan indikator
ekonomi di lain pihak. Model yang dimaksudkan adalah model analisis biaya dan keuntunganpendidikan (cost benefit
analysis). Model ini merupakan metodologi yang sangat penting dalam melakukan analisis untuk investasi pendidikan
dan dapat membantu pengambilan keputusan untuk memutuskan danmemilih diantara alternatif alokasi sumber-sumber
pendidikan yang terbatas agar mampu memberikan kemampuan yang paling tinggi. B. Pendidikan dan Pertumbungan
Ekonomi Mungkinkah ada intervensi pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi? Pendidikan memiliki daya dukung
yang representatif atas pertumbuhan ekonomi. Tyler (1977) mengungkapkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan
produktivitas kerja seseorang, yang kemudia akanmeningkatakan pendapatannya. Peningkatan pendapatan ini
berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan, untuk kemudian akan meningkatkan
pendapatan dan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah. Sementara itu Jones (1984) melihat pendidikan sebagai
alat untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik dan terlatih yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu
negara. Jones melihat, bahwa pendidikan memiliki suatu kemampuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja
potensial, dan menjadi lebih siap latih dalam pekerjaannya yang akan memacu tingkat produktivitas tenaga kerja, yang
secara langsung akan meningkatakan pendapatan nasional. Menurutnya, korelasi antara pendidikan dengan
pendapatan tampak lebih signifikan di negara yang sedang membngun. Sementra itu Vaizey (1962) melihat pendidikan
menjdi sumber utama bakat-bakat terampil dan terlatih. Pendidikan memegang peran penting dalam penyediddan
tenaga kerja. Ini harus menjadi dasar untuk perencanaan pendidikan, karena pranata ekonomi membutuhkan tenagatenga
terdidik dan terlatih. Permasalahan yang dihadapai adalah jarang ada ekuivalensiyang kuat antara pekerjaan dan
pendidikan yang dibutuhkan yang mengakibatkan munculnya pengangguran terdidik dant erlatih. Oleh karena itu,
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 11 February, 2009, 08:27
pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan. Ia harus mampu memprediksi dan mengantisipasi kualifikasi pengetahuan
dan keterampilan tenaga kerja. Prediksi ketenagakerjaan sebagai dasar dalam perencanaan pendidikan harus mengikuti
pertumbuhan ekonomi yang ada kaitannya dengan kebijaksanaan sosial ekonomi dari pemerintah. Intervensi
pendidikan terhadap ekonomi merupakan upaya penyiapan pelaku-pelaku ekonomi dalam melasnakan fungsi-fungsi
produksi, distribusi, dan konsumsi. Intervensi terhadap fungsi produksi berupa penyediaan tenaga kerja untuk berbagai
tingkatan yaitu top, midle, dan low management; atau secara ekstrim tenagra kerja krah biru dan krah putih. Di samping
tenaga kerja, juga pendidikan mengintervensi produksi untuk penyediaan entrepreneur tangguh yang mampu mengambil
resiko dalam inovasi teknologi produksi. Bentuk intervensi lain yaitu menciptakan teknologi baru dan menyiapkan orangorang
yang menggunakannya. Program-program perluasan produksi melalui intensifikasi dan rasionalisasi merupakan
salah satu wujud nyata dari peran prangata pendidikan atas fungsi produksi ini. Intervensi terhadap fungsi distribusi
adalah melalui pengembangan research and development produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
masyarakat atau konsumen. Intervensi terhadap fungsi konsumsi dilakukan melalui peningkatan produktivitas kerja yang
akan mendorong peningkatan pendapatan. Peningkatan pendapatan ini akan mendorong pada peningkatan fungsi
konsusmsi, yang ditunjukan dengan meningkatnya jumlah tabuhan yang berasal dari pendapatan yang disisihkan.
Tabungan ini akan menjadi investasi kapital yang tentunya akan lebih mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu
negara. C. Pendidikan dan Pekerjaan Ukuran yang paling populer dalam melihat kontribusi pendidikan terhadap
pertumbuhan ekonomi adalah mempertautkan antara pendidikan dengan pekerjaan. Pemikiran ini didasarkan pada
anggapan bahwa pendidikan merupakan human capital. Pemikiran ini muncul pada era industrialisasi dalam
masayarkaat modern. Argumen ini memiliki dua sepek, yaitu: 1. Pendidikan merupakan suatu bentuk investasi nasional
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi modern, dan 2.
Investasi pendidikan diharapkan menghasilkan suatu peningkatan kesejahteraan dan kesempatan yang lebih luas dalam
kehidupan nyata. Sebagai ilustrasi, menginkatkan tingkat pendidikan pekerja berpenghasilan rendah akan memberikan
tiga pengaruh positif, yaitu: 1. Meningkatkan produktivitas kerja dan konsekuensinya terhadap pendapatan 2.
Meningkatakan suplai tenaga kerja dengan keahlian tinggi dan konsekuensinya terhadap rendahnya gaji mereka, dan 3.
Menciptakan kekurangan pekerja berkeahlian rendah dengan konsekuensi mengingkatkan gaji pekerja golongan ini.
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 11 February, 2009, 08:27

1 komentar:

nurul mengatakan...

boleh tak di kait rapat kan dengn pendidikn terhadp perkembngn ekonomi..????

Poskan Komentar

masukkan komentar anda