statement trading

statement trading
ini adalah hasil live trading EA saya.hasil trading 10% tiap bulan untuk posisi aman, bisa smpe 20-30% untuk posisi spekulasi.jika ada yg berminat contact saya di 085649238006.
Program Affiliate Indowebmaker
InstaForex
gps forex robot

trading free $100 no deposit

DAFTAR ROBO FOREX, GRATIS $15

masukkan kode referal:" ybu " jika keberatan silahkan dikosongin aja

MARKETIVA

MARKETIVA
untuk pendaftaran klik gambar diatas dan untuk mendapatkan kupon silahkan kirim email ke saifudinzuhri32@yahoo.co.id

tempat penukaran uang terpercaya

daftar libertyreserve

SIGNAL FOREX HARI INI


Powered by GainScope.com - Forex

download gratis dapat uang

payooner

ini adalah perusahaan yang menjual produk ksehatan.dengan daftar disini,kita akan dapat kartu kredit payooner gratis langsung di kirim kerumah kita.silahkan mencoba saya sudah mendapatkan kiriman kartu kreditnya.kegunaan kartu kredit tersebut dapat kita gunakan untuk mengaktifkan rekening paypal. silahkan klik dibawah ini.

Rabu, 03 Juni 2009

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERCERITA BERPASANGAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SEKOLAH DASAR

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERCERITA BERPASANGAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SEKOLAH DASAR

Oleh: Heru Subrata
Ringkasan:
Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tidak dapat dipungkiri bahwa model pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan yang dikembangkan dan diterapkan oleh guru di sekolah dasar sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Kegiatan pembelajaran yang masih dilakukan secara klasikal dengan model yang banyak diwarnai dengan ceramah dan bersifat guru sentris menyebabkan siswa kurang aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu pembelajaran bahasa Indonesia pada hakekatnya adalah belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan menggunakan bahasa Indonesia di segala fungsinya.
Berdasarkan uraian di atas maka kiranya perlu diterapkan suatu metode belajar yang menjadikan siswa aktif dan menyenangkan sehingga prestasi belajarnya meningkat maka dari itu diadakan penelitian tentang bagaimana proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan dan apakah melalui pembelajaran tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI sekolah dasar.
Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu metode yang tidak menguji hipotesis melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti.
Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar anak.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Pada hakekatnya pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Indonesia yaitu belajar berkomunikasi dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dalam segala fungsinya yaitu sebagai sarana berpikir atau bernalar.
Di lembaga pendidikan yang bersifat formal seperti sekolah, keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam prestasi belajarnya. Kualitas dan keberhasilan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru memilih dan menggunakan metode pengajaran.
Kenyataan di lapangan, khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, kegiatan pembelajarannya masih dilakukan secara klasikal. Pembelajaran lebih ditekankan pada model yang banyak diwarnai dengan ceramah dan bersifat guru sentris. Hal ini mengakibatkan siswa kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan siswa hanya duduk, diam, dengar, catat dan hafal. Kegiatan ini mengakibatkan siswa kurang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang cenderung menjadikan mereka cepat bosan dan malas belajar.
Melihat kondisi demikian, maka perlu adanya alternatif pembelajaran yang berorientasi pada bagaimana siswa belajar menemukan sendiri informasi, menghubungkan topik yang sudah dipelajari dan yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat berinteraksi multi arah baik bersama guru maupun selama siswa dalam suasana yang menyenangkan dan bersahabat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagaimana yang disarankan para ahli pendidikan adalah pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan.
Pembelajaran kooperatif merupakan sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan pada anak untuk bekerja sama dengan tugas-tugas terstruktur (Lie, 1999:12). Melalui pembelajaran ini siswa bersama kelompok secara gotong royong maksudnya setiap anggota kelompok saling membantu antara teman yang satu dengan teman yang lain dalam kelompok tersebut sehingga di dalam kerja sama tersebut yang cepat harus membantu yang lemah, oleh karena itu setiap anggota kelompok penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok dan sebaliknya keberhasilan siswa individual adalah keberhasilan kelompok. Sedangkan bercerita berpasangan merupakan salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif. Yang membedakan tipe bercerita berpasangan dengan lainnya adalah dalam tipe ini guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Dalam kegiatan ini, siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan di kelas VI Sekolah Dasar?
2. Apakah keuntungan dan kelemahan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Sekolah Dasar?
C. Tujuan Penulisan
Melalui penulisan ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui bagaimana proses belajar mengajar Bahasa Indonesia dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan di kelas VI Sekolah Dasar.
2. Mengetahui keuntungan dan kelemahan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas VI Sekolah Dasar.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari hasil penulisan ini adalah :
1. Bagi penulis atau mahasiswa PGSD, dapat dijadikan sebagai salah satu modal pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan pada saat terjun langsung di masyarakat.
2. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran di sekolah guna meningkatkan prestasi belajar siswa.
3. Bagi siswa, dapat memotivasi siswa dalam beraktifitas atau berpikir secara optimal dalam metode kooperatif agar siswa tidak jenuh dan bosan.
E. Batasan Masalah
Agar dalam pembahasan penelitian ini tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan maka :
1. Penelitian ini hanya membatasi pada penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan.
2. Penelitian ini difokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan mendengarkan berita.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Kooperatif
Sistem pembelajaran kooperatif bisa didefinisikan sebagai sistem kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk dalam struktur ini adalah lima unsur pokok yaitu saling ketergatungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama dan proses kelompok. Metode pembelajaran kooperatif disebut juga metode pembelajaran gotong royong. Ironisnya model pembelajaran kooperatif belum banyak diterapkan dalam pendidikan, walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kebanyakan pengajar enggan menerapkan sistem kerja sama di dalam kelas karena beberapa alasan. Alasan yang utama adalah kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka ditempatkan dalam grup. Selain itu, banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok.
Menurut Bannet (1991), cooperative learning adalah kerja kelompok, tetapi tidak semua kerja kelompok merupakan pembelajaran kooperatif. Unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah :
1. Ketergantungan yang positif
2. Akuntabilitas individual
3. Interaksi tatap muka
4. Ketrampilan sosial
5. Prosesing
Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan :
a. Saling ketergantungan positif
b. Tanggung jawab perseorangan
c. Tatap muka
d. Komunikasi antar anggota
e. Evaluasi proses kelompok
a. Saling ketergantungan positif
Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk mencapai kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa, sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka.
Penilaian juga dilakukan dengan cara yang unik. Setiap siswa mendapat nilainya sendiri dan nilai kelompok. Nilai kelompok dibentuk dari “sumbangan” setiap anggota. Untuk menjaga keadilan, setiap anggota menyumbangkan poin di atas nilai rata-rata mereka. Misalnya nilai rata-rata si A adalah 65 dan kali ini dia mendapat 72, maka dia akan menyumbangkan 7 poin untuk nilai kelompok mereka. Dengan demikian, setiap siswa akan bisa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan. Beberapa siswa yang kurang mampu tidak akan merasa minder terhadap rekan-rekan mereka karena toh mereka enggan memberikan sumbangan. Malahan merasa terpacu untuk meningkatkan usaha mereka dan dengan demikian menaikkan nilai mereka. Sebaliknya, siswa yang lebih pandai juga tidak akan merasa dirugikan karena rekannya yang kurang mampu juga telah memberikan bagian sumbangan mereka.
b. Tanggung jawab perseorangan
Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode pembelajaran kooperatif adalah persiapan guru dalam penyusunan tugasnya. Masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan.
c. Tatap muka
Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerja sama ini jauh lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing kelompok. Para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi pribadi.
d. Komunikasi antar anggota
Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
e. Evaluasi proses kelompok
Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Format evaluasi bisa bermacam-macam tergantung pada tingkat pendidikan siswa.
Tujuan pembelajaran kooperatif antara lain dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan sikap saling menghormati dan bekerja sama, menumbuhkan sikap tanggung jawab, meningkatkan rasa percaya diri, dapat belajar memecahkan masalah dengan cara yang lebih baik.
Pembelajaran kooperatif terdapat berbagai teknik/tipe yang dapat diterapkan antara lain :
a. Mencari Pasangan (make a match), dikembangkan oleh Lorna Curran (1994).
b. Bertukar Pasangan
c. Berpikir – Berpasangan – Berempat, dikembangkan oleh Frank Lyman (Think – Pair – Share) dan Spencer Kagan Think – Pair – Square).
d. Berkirim Salam dan Soal
e. Kepala Bernomor (Numbered Heads), dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992).
f. Kepala Bernomor Terstruktur
g. Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Guests), dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992).
h. Keliling Kelas
i. Lingkaran Kecil Lingkaran Besar
j. Tari Bambu
k. Jigsaw, dikembangkan oleh Aronsol et al.
l. Bercerita Berpasangan
Menurut Savage (1996:222) dalam pembelajaran kooperatif diperlukan keputusan dari guru untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan topik yang akan digunakan dalam kerja kelompok.
b. Membuat keputusan tentang ukuran dan komposisi kelompok.
c. Menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.
d. Memantau kerja siswa dalam kelompok.
e. Memberikan saran penyelesaian masalah yang cocok.
f. Evaluasi serta memberikan saran-saran.
Dalam metode pembelajaran kooperatif siswa juga bisa belajar dari sesama teman. Guru lebih berperan sebagai fasilitator. Tentu saja, ruang kelas juga perlu ditata sedemikian rupa, sehingga menunjang pembelajaran kooperatif. Tentu saja, keputusan guru dalam penataan ruang kelas harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi ruang kelas dan sekolah. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :
a. Ukuran ruang kelas
b. Jumlah siswa
c. Tingkat kedewasaan siswa
d. Toleransi guru dan kelas sebelah terhadap kegaduhan dan lalu lalang siswa
e. Toleransi masing-masing siswa terhadap kegaduhan dan lalu lalang siswa
f. Pengalaman guru dalam melaksanakan metode pembelajaran gotong royong
g. Pengalaman siswa dalam melaksanakan pembelajaran gotong royong.
Seperti telah diungkapkan, tidak semua kerja kelompok bisa dianggap sama dengan model pembelajaran kooperatif. Pengelolaan kelas model pembelajaran kooperatif bertujuan untuk membina pembelajar dalam mengembangkan niat dan kiat bekerja sama dan berinteraksi dengan pembelajar lainnya. Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas model pembelajaran kooperatif yaitu pengelompokkan, semangat kooperatif, dan penetaan ruang kelas.
B. Pembelajaran Kooperatif Tipe Bercerita Berpasangan
Teknik mengajar Bercerita Berpasangan (Paired Storylelling) dikembangkan sebagai pendekatan interaktif antara siswa, pengajar, dan bahan pelajaran (Lie, 1994). Teknik ini bisa digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun bercerita. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Bahan pelajaran yang palin cocok digunakan dalam teknik ini adalah bahan yang bersifat naratif dan deskriptif. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan dipakainya bahan-bahan yang lainnya.
Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Dalam kegiatan ini, siswa diransang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan berimajinasi. Buah-buah pemikiran mereka akan dihargai, sehingga siswa merasa makin terdorong untuk belajar. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. Bercerita berpasangan bisa digunakan untuk suasana tingkatan usia anak didik.
Tahap-tahap pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan antara lain :
1. Pengajar membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi dua bagian.
2. Sebelum bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran untuk hari itu. Pengajar bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming ini dimaksudkan untuk mengaktifkan skemata siswa agar lebih siap menghadapi bahan pelajaran yang baru. Dalam kegiatan ini, pengajar perlu menekankan bahwa memberikan tebakan yang benar bukanlah tujuannya. Yang lebih penting adalah kesiapan mereka dalam mengantisipasi bahan pelajaran yang akan diberi hari itu.
3. Siswa dipasangkan.
4. Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama. Sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua.
5. Kemudian siswa disuruh mendengarkan atau membaca bagian mereka masing-masing.
6. Sambil membaca/mendengarkan, siswa disuruh mencatat dan mendaftar beberapa kata/frasa kunci yang ada dalam bagian masing-masing. Jumlah kata/frasa bisa disesuaikan dengan panjang teks bacaan.
7. Setelah selesai membaca, siswa saling menukar daftar kata/frasa kunci dengan pasangan masing-masing.
8. Sambil mengingat-ingat/memperhatikan bagian yang telah dibaca/didengarkan sendiri, masing-masing siswa berusaha untuk mengarang bagian lain yang belum dibaca/didengarkan (atau yang sudah dibaca/didengarkan pasangannya) berdasarkan kata-kata/frasa-frasa kunci dari pasangannya. Siswa yang telah membaca/mendengarkan bagian yang pertama berusaha untuk menuliskan apa yang terjadi selanjutnya. Sedangkan siswa yang membaca/mendengarkan bagian yang kedua menuliskan apa yang terjadi sebelumnya.
9. Tentu saja, versi karangan sendiri ini tidak harus sama dengan bahan yang sebenarnya. Tujuan kegiatan ini bukan untuk mendapatkan jawaban yang benar, melainkan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar. Setelah selesai menulis, beberapa siswa bisa diberi kesempatan untuk membacakan hasil karangan mereka.
10. Kemudian, pengajar membagikan bagian cerita yang belum terbaca kepada masing-masing siswa. Siswa membaca bagian tersebut.
11. Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam bahan pelajaran hari itu. Diskusi bisa dilaksanakan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.
BAB III
METODOLOGI PENULISAN
Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu metode yang tidak menguji hipotesis melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti.
Penulisan karya ini termasuk penelitian dengan pendekatan kualitatif yang datanya dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau apa adanya (naturalistik), tidak diubah dalam bentuk simbol-simbol atau bilangan dengan maksud untuk menemukan kebenaran dibalik data yang objektif dan cukup. Penelitian ini lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada nalisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah. Hal ini bukan berarti pendekatan kualitatif sama sekali tidak menggunakan dukungan data kuantitatif akan tetapi penekanannya tidak pada pengujian hipotesis melainkan pada usaha menjawab pertanyaan penelitian melalui cara-cara berpikir formal dan argumentatif. Banyak penelitian kualitatif merupakan penelitian sampel kecil.
Data atau informasi yang diajring penelitian kualitatif dapat terbentuk gejala yang sedang berlangsung, reproduksi ingatan, pendapat yang bersifat teoritis atau praktis dan lain-lainnya. Data tersebut baik berupa kata atau tindakan, oleh karena itu analisis isi lebih penting.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumenter. Istilah dokumenter atau dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis. Alat pengumpul datanya disebut form dokumen atau form pencatatan dokumen. Sedangkan sumber datanya berupa catatan atau dokumen. Metode dokumenter dengan demikian berarti upaya pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis. Benda tertulis tersebut dapat berupa catatan resmi seperti buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan lain-lainnya, atau catatan tidak resmi, berupa catatan ekspresif seperti catatan harian, bibliografi dan lain sebagainya.
Analisis data kualitatif menurut Lexy J. Moleong (1994:196) sebagai berikut:
a. Menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber.
b. Reduksi data.
c. Menyusun data hasil reduksi ke dalam satuan-satuan.
d. Melakukan kategorisasi terhadap satuan-satuan data sambil membuat kodig.
e. Uji keabsahan data.
f. Penafsiran data dalam mengubah hasil sementara menjadi teori substantif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.
g. Penarikan kesimpulan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Dari hasil analisis buku-buku yang berkaitan dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Sekolah Dasar, penulis dapat menyusun rencana pembelajaran yang sesuai.
Di bawah ini adalah contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menerapkan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Sekolah Dasar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / semester : VI / I
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Standar Kompetensi : 2. Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan
Kompetensi Dasar : 2.1. Menyampaikan pesan/informasi yang diperoleh dari berbagai media dengan bahasa yang runtut, baik dan benar
Indikator : 1. Mencatat pokok-pokok isi berita televisi atau radio yang didengarkan.
2. Menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam satu kalimat atau lebih.
3. Menyampaikan hasil karangan yang berasal dari perbandingan catatan sendiri dengan catatan teman satu kelompok.
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat mencatat pokok-pokok isi berita televisi atau radio yang didengarkan.
• Siswa dapat menuliskan pokok-pokok isi berita ke dalam satu kalimat atau lebih.
• Siswa dapat menanggapi dan menyimpulkan isi berita yang didengar.
• Siswa dapat menyampaikan hasil karangan mereka.
II. MATERI POKOK
Berita televisi atau radio
III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan
IV. LANGKAH PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Awal
Menciptakan lingkungan : salam pembuka dan berdo’a
Tanya jawab mengenai berita
Mengulang sepintas materi yang lalu yang berhubungan dengan materi hari ini.
B. Kegiatan Inti
Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 2 orang siswa (berpasangan).
Sebelum memberikan tugas kepada siswa, guru menjelaskan materi dan langkah pengerjaan tugas.
Guru membagi berita menjadi 2 bagian.
Siswa pertama pada tiap kelompok mendengarkan berita bagian pertama, siswa kedua mendengarkan berita bagian kedua.
Siswa mendengarkan bagian berita mereka masing-masing kemudian menuliskan pokok-pokok isi berita mereka.
Setelah selesai mendengarkan siswa saling menukar pokok-pokok isi berita dengan pasangan masing-masing.
Kemudian siswa yang telah mendengarkan bagian pertama berusaha untuk menuliskan apa yang terjadi selanjutnya. Sedangkan siswa yang mendengarkan bagian kedua menuliskan apa yang terjadi sebelumnya berdasarkan pokok-pokok isi berita yang berasal dari pasangannya.
Setelah selesai membuat karangan, guru meminta sebagian siswa membacakan hasil karangan mereka.
Guru membagikan bagian berita yang belum terbaca kepada masing-masing siswa.
C. Kegiatan Akhir
Setiap pasangan berdiskusi dengan pasangan lain atau dengan seluruh kelas tentang berita yang dikerjakan tadi.
Guru membuat kesimpulan dari kegiatan pada pertemuan inti.
Guru melakukan tes dengan memberi pertanyaan lisan kepada siswa.
Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk menuliskan pokok-pokok berita televisi.
V. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
• Naskah berita radio atau televisi
• Buku paket Bahasa Indonesia kelas VI Sekolah Dasar
• KTSP
• Cinta Bahasa Kita 6, Ganeca Exact, 2004.
VI. PENILAIAN
• Tes lisan : Tanya jawab
• Penilaian proses : Dilakukan melalui pengamatan saat peserta didik melakukan kegiatan.
• Tes perbuatan : Diskusi
Surabaya, Juni 2007
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
Keuntungan dan kelemahan strategi belajar mengajar menggunakan teknik kerja kelompok antara lain :
Keuntungan :
a. Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan ketrampilan bertanya dan membahas sesuatu masalah.
b. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan ketrampilan berdiskusi.
c. Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka, dan mereka lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi.

d. Dapat memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain; hal mana mereka telah saling membantu kelompok dalam usahanya mencapai tujuan bersama.
e. Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhannya belajar.

Kelemahan :
a. Menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda-beda pula.

b. Keberhasilan strategi kerja kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.

B. Pembahasan

Berdasarkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari analisis dokumen, penulis sudah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI Sekolah Dasar. Pengajaran yang dilakukan oleh guru adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan seperti itu memberikan kesempatn kepada siswa untuk berdiskusi, bertanya, maupun mengeluarkan pendapat, serta berinteraksi dengan siswa yang menjadikan siswa aktif dalam kelas. Dengan demikian peran guru di dalam kelas bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar tetapi lebih bersifat sebagai penggerak atau pembimbing siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri. Pengetahuan yang diperoleh siswa sendiri akan lebih melekat lebih lama di pikiran dan menjadikan prestasi belajar siswa meningkatkan. Pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Oleh karena itu pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan sangat cocok untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan merangsang siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan berimajinasi. Buah-buah pemikiran siswa akan dihargai, sehingga siswa merasa semakin terdorong untuk belajar. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. Di samping itu situasi kelas menjadi menyenangkan dan bersahabat.
Penerapan pembelajaran kooperatif ini tergolong masih relatif baru dan belum banyak diterapkan di kelas-kelas. Oleh karena itu dalam menerapkan pembelajaran kooperatif ini menemukan berbagai kendala di antaranya yaitu kesulitan mengkoordinasikan siswa kepada situasi yang dikehendaki tipe bercerita berpasangan. Siswa-siswa sebagian besar masih belum mengerti dan banyak bertanya tentang apa yang harus dilakukan, sehingga banyak menyita waktu dan perhatian guru. Di samping itu guru juga harus mengatur tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda-beda pula.
Untuk mengatasi kendala tersebut yang dilakukan oleh guru adalah memberikan pengertian dan penjelasan berulang mengenai segala sesuatu yang harus dilakukan oleh siswa agar sesuai dengan prosedur yang diinginkan. Karena yang dihadapi adalah anak usia SD maka guru sebaiknya menggunakan langkah pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan yang sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa.
Kemudian untuk masalah tempat duduk siswa, guru dapat mengatur penetaan bangku yang berbeda-beda misalnya dengan meja tapal kuda, meja panjang, penataan tapal kuda, meja laboratorium, meja kelompok, klasikal, bangku individu dengan meja tulisnya, meja berbaris.
Pengalaman guru dan siswa pada pembelajaran kooperatif juga turut menentukan keberhasilan dalam pembelajaran.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif atau kerja sama antar kelompok yang anggota kelompok saling membantu antar teman yang satu dengan teman yang lain dalam kelompok tersebut, sehingga di dalam kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif, siswa yang lebih pandai dapat membantu siswa yang lemah.
Dengan adanya model pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan siswa dapat lebih aktif untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan berimajinasi. Di samping itu pembelajaran ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk diskusi, bertanya, maupun mengeluarkan pendapat serta berinteraksi dengan siswa yang menjadikan siswa aktif dalam kelas.
Penerapan pembelajaran kooperatif memiliki kendala di antaranya kesulitan mengkoordinasikan siswa kepada situasi yang dikehendaki. Dan juga terdapat kelemahan pada teknik belajar kelompok misalnya mengatur penataan bangku yang berbeda-beda dan model/gaya mengajar yang berbeda-beda pula.
B. Saran
Bertitik tolak dari hasil pembahsan, maka dapat dikemukan saran-saran yang kiranya berguna dalam proses pembelajaran :
a. Mengingat metode pembelajaran kooperatif tipe bercerita berpasangan untuk meningkatkan prestasi belajar, maka hendaknya guru menerapkan metode pembelajaran ini di kelas sebagai selingan metode-metode belajar yang sudah ada.
b. Pembelajaran ini hendaknya diterapkan secara kontinu baik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun pelajaran yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Depdiknas. 2006. Kurikulum SD/MI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdiknas.
Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning. Jakarta : Gramedia.
Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Rofi’uddin, Ahmad, dkk. 1999. Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi. Jakarta : Depdikbud.
Rostiyah, N.K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Wibowo, Teguh. 2004. Cinta Bahasa Kita 6. Jakarta : Ganeca Exact. Read More..

Minggu, 31 Mei 2009

menggan blogspot menjadi co.cc

Mengganti domain "BLOGSPOT.COM" menjadi "CO.CC"
Halooooooo... selamat dateng di blogku lagi. Kali ini, aku mau ngebahas tentang DOMAIN. Domain. Apa ituu?!
Aku sendiri nggak tau jelas tentang domain. Heheheh ;D
Tapi yang jelas, contoh domain yaitu : http://www.rizkaazmiras.co.cc. Ada juga subdomain, contohnya : http://www.mommyyummysgirl.blogspot.com. Nah, kalau yang itu namanya subdomain.

OKE. Langsung aja yaa. Kali ini aku bakal ngasih tutorial untuk mengganti domain blog kamu dengan co.cc
Caranya gampang banget. Yang harus kamu lakukan adalah dengan mengklik READ MORE di sebelah ini :
Yak.
yang harus kamu lakukan adalah dengan membuka website ini.
Sudah? Nah. Terus kamu pasti bakal dihadapkan di website CO.CC
Kira-kira begini tampilannya


Di sana ada sebuah text box. Isi text box itu dengan nama yang kamu inginkan. Posisi textbox itu bisa kamu lihat dari gambar di bawah ini, yang udah aku lingkarin. Isi dengan nama yang diinginkan. CONTOH : bananasplit, kalo nama blogmu www.bananasplit.blogspot.com



Udah diisi belum?? Kalo udah, langsung klik tombol "Periksa Ketersediaan". Kalau bananasplit.co.cc masih tersedia alias belum dipake sama orang lain, bakal nongol gambar ini nih.

Kamu klik LANJUTKAN KE PENDAFTARAN kalo kamu udah yakin mau pake domain http://www.bananasplit.co.cc


Nah. Nanti kamu bakal disuruh sign in. Kalo kamu belum punya account, klik BUAT ACCOUNT BARU SEKARANG. Kalo udah punya, cukup isi form e-mail, password, dan ketik tulisan yang udah disiapkan CO.CC
Gambarnya seperti berikut :

Buat kamu yang belum punya account co.cc, silakan log up yaaa. Isi form pendaftaran yang terdiri dari beberapa bagian : Username (Email) / Enter a password, dan Account Information. Usahakan semuanya bisa kamu isi. Terus, buka email yang kamu daftarin di co.cc tadi. Pasti ada confirmation email dari co.cc. Kamu bakal disuruh set-up account kamu. OKE. Klik set-up. Secara otomatis, kamu akan masuk di halaman MANAGE DOMAIN. Klik pada opsi Zone Record. Atur settingnya seperti ini :
HOST : masukkan domain kamu. Buat kali ini kan aku nyoba daftarnya www.bananasplit.co.cc, maka aku isi : www.bananasplit.co.cc
TTL: 1D
Type: pilih CNAME
Value : isikan dengan : ghs.google.com
Klik SET UP, deh. Dengan begitu, www.bananasplit.co.cc tercipta! selamat deeeh.

Setelah penganturan di co.cc, kamu juga perlu melakukan pengaturan di blogger. Caranya :
Masuk ke dashboard blogspot dengan ID yang kamu punya.
Klik link SETTINGS. Pilih tab PUBLISIH, kemudian pilih Custom Domain yang terletak di bawah tulisan YOU'RE PUBLISHING ON BLOGSPOT.COM
Habis itu klik tulisan SWITCH TO ADVANCED SETTINGS di sebelah tulisan ALREADY OWN A DOMAIN?
Pada advanced settings, atur setting blogspot kamu seperti di bawah ini :
YOUR DOMAIN : masukkan domain kamu. Contoh : http://www.bananasplit.co.cc
USE A MISSING FILES HOST: Pilih No
WORD VERIFICATION: masukkan kode verifikasi yang terlihat di layar komputer kamu.
Klik save settings. Sekarang coba kamu ketik alamat kamu yang domainnya ada embel-embel blogspot.com
TARAAAAAA.... Sekarang domain kamu berubah, menjadi http://xxx.co.cc
Keren abis nggak siiih? Hehehehe... Silakan mencoba!! Read More..

menggan blogspot menjadi co.cc

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan. Read More..

penelitian kualitatif

Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif

Bagian 1

PENGERTIAN METODE PENELITIAN KUALITATIF

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif

Terdapat kesalahan pemahaman di dalam masyarakat bahwa yang dinamakan sebagai kegiatan penelitian adalah penelitian yang bercorak survei. Ditambah lagi ada pemahaman lain bahwa penelitian yang benar jika menggunakan sebuah daftar pertanyaan dan datanya dianalisa dengan menggunakan teknik statistik. Pemahaman ini berkembang karena kuatnya pengaruh aliran positivistik dengan metode penelitian kuantitatif.

1.

Ada dua kelompok metode penelitian dalam ilmu sosial yakni metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Di antara kedua metode ini sering timbul perdebatan di seputar masalah metodologi penelitian. Masing-masing aliran berusaha mempertahankan kekuatan metodenya
2.

Salah satu argumen yang dikedepankan oleh metode penelitian kualitatif adalah keunikan manusia atau gejala sosial yang tidak dapat dianalisa dengan metode yang dipinjam dari ilmu eksakta.
3.

Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan penggunaan angka
4.

Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya. Dengan demikian, peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui bahasa tutur, bahasa tubuh, perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan responden.


DASAR-DASAR PENELITIAN KUALITATIF

Paradigma Metode Penelitian

Ada dua metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan, yaitu metode deduktif yang dikembangkan oleh Aristoteles dan metode induktif yang dikembangkan oleh Francis Bacon. Metode deduktif adalah metode berfikir yang berpangkal dari hal-hal yang umum atau teori menuju pada hal-hal yang khusus atau kenyataan. Sedangkan metode induktif adalah sebaliknya. Dalam pelaksanaan, kedua metode tersebut diperlukan dalam penelitian.

Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Dalam hal ini ada dua metode penelitian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada mulanya metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik, karena menggunakan alat-alat atau intrumen untuk mengakur gejala-gejala tertentu dan diolah secara statistik. Tetapi dalam perkembangannya, data yang berupa angka dan pengolahan matematis tidak dapat menerangkan kebenaran secara meyakinkan. Oleh sebab itu digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh.

Tiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. Paradigma menjadi tidak dominan lagi dengan timbulnya paradigma baru. Pada mulanya orang memandang bahwa apa yang terjadi bersifat alamiah. Peneliti bersifat pasif sehingga tinggal memberi makna dari apa yang terjadi dan tanpa ingin berusaha untuk merubah. Masa ini disebut masa pra-positivisme.

Setelah itu timbul pandangan baru, yakni bahwa peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan dalam dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen, maka timbullah metode ilmiah. Masa ini disebut masa positivisme.

Pandangan positivisme dalam perkembangannya dibantah oleh pendirian baru yang disebut post-positivisme. Pendirian post-positivisme ini bertolak belakang dergan positivisme. Dapat dikatakan bahwa post-positivisme sebagai reaksi terhadap positivisme. Menurut pandangan post-positivisme, kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks, sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja.

Dalam penelitian, dikenal tiga metode yang secara kronologis berurutan yakni metode pra-positivisme, positivisme, dan post-positivisme.


Ciri-ciri Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian lain. Untuk mengetahui perbedaan tersebut ada 15 ciri penelitian kualitatif yaitu:

1.

Dalam penelitian kualitatif data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting).
2.

Peneliti sebagai alat penelitian, artinya peneliti sebagai alat utama pengumpul data yaitu dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara
3.

Dalam penelitian kualitatif diusahakan pengumpulan data secara deskriptif yang kemudian ditulis dalam laporan. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka.
4.

Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil, artinya dalam pengumpulan data sering memperhatikan hasil dan akibat dari berbagai variabel yang saling mempengaruhi.
5.

Latar belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya. Dengan demikian maka apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif. Mengutamakan data langsung atau “first hand”. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian di lapangan.
6.

Dalam penelitian kualitatif digunakan metode triangulasi yang dilakukan secara ekstensif baik tringulasi metode maupun triangulasi sumber data.
7.

Mementingkan rincian kontekstual. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan masalah yang diteliti.
8.

Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti, jadi tidak sebagai objek atau yang lebih rendah kedudukannya.
9.

Mengutamakan perspektif emik, artinya mementingkan pandangan responden, yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dan segi pendiriannya.
10.

Verifikasi. Penerapan metode ini antara lain melalui kasus yang bertentangan atau negatif.
11.

Pengambilan sampel secara purposif. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan penelitian.
12.

Menggunakan “Audit trail”. Metode yang dimaksud adalah dengan mencantumkan metode pengumpulan dan analisa data.
13.

Mengadakan analisis sejak awal penelitian. Data yang diperoleh langsung dianalisa, dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisis, demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai.
14.

Teori bersifat dari dasar. Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan atau teori.


Dasar Teoritis Penelitian

Pada penelitian kualitatif, teori diartikan sebagai paradigma. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya, baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak, menerapkan paradigma tertentu sehingga penelitian menjadi terarah. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah:

1.

Pendekatan fenomenologis. Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu.
2.

Pendekatan interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan.
3.

Pendekatan kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan.
4.

Pendekatan etnometodologi. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya.


KEDUDUKAN DAN RAGAM PARADIGMA

Kedudukan Paradigma Dalam Metode Penelitian Kualitatif

Ilmu pengetahuan merupakan suatu cabang studi yang berkaitan dengan penemuan dan pengorganisasian fakta-fakta, prinsip-prinsip, dan metoda-metoda. Dari sini dapat dipahami bahwa untuk dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan, maka cabang studi itu haruslah memiliki unsur-unsur penemuan dan pengorganisasian, yang meliputi pengorganisasian fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan, prinsip-prinsip serta metoda-metoda. Oleh Moleong prinsip-prinsip ini disebut sebagai aksioma-aksioma, yang menjadi dasar bagi para ilmuan dan peneliti di dalam mencari kebenaran melalui kegiatan penelitian.

Dasar-dasar untuk melakukan kebenaran itu biasa disebut sebagai paradigma, yang oleh Bogdan dan Biklen dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Ada berbagai macam paradigma yang mendasari kegiatan penelitian ilmu-ilmu sosial. Paradigma-paradigma yang beragam tersebut tidak terlepas dari adanya dua tradisi intelektual Logico Empiricism dan Hermeneutika.

Logico Empiricism, merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang nyata atau faktual dan yang serba pasti. Sedangkan Hermeneutika, merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang berada di balik sesuatu yang faktual, yang nyata atau yang terlihat.

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau membenarkan kebenaran, namun di dalam melihat kebenaran tersebut, tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata, akan tetapi kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi, dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut.

Pilihan terhadap tradisi mana yang akan ditempuh peneliti sangat ditentukan oleh tujuan dan jenis data yang akan ditelitinya. Oleh karena itu pemahaman terhadap paradigma ilmu pengetahuan sangatlah perlu dilakukan oleh para peneliti. Bagi kegiatan penelitian, paradigma tersebut berkedudukan sebagai landasan berpijak atau fondasi dalam melakukan proses penelitian selengkapnya.


Ragam Paradigma Dalam Metode Penelitian

Dalam rangka melakukan pengumpulan fakta-fakta para ilmuwan atau peneliti terlebih dahulu akan menentukan landasan atau fondasi bagi langkah-langkah penelitiannya. Landasan atau fondasi tersebut akan dijadikan sebagai prinsip-prinsip atau asumsi-asumsi dasar maupun aksioma, yang dalam bahasanya Moleong disebut sebagai paradigma.

Menurut Bogdan dan Biklen paradigma dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.

Paradigma didalam ilmu pengetahuan sosial memiliki ragam yang demikian banyak, baik yang berlandaskan pada aliran pemikiran Logico Empiricism maupun Hermeneutic. Masing-masing paradigma tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu para peneliti harus mempunyai pemahaman yang cukup terhadap dasar pemikiran paradigma-paradigma yang ada sehingga sebelum melakukan kegiatan penelitiannya, para peneliti dapat memilih paradigma sebagai landasan penelitiannya secara tepat.

Menurut Meta Spencer paradigma di dalam ilmu sosial meliputi (1) perspektif evolusionisme, (2) interaksionisme simbolik, (3) model konflik, dan (4) struktural fungsional. Menurut George Ritzer paradigma di dalam ilmu sosial terdiri atas (1) fakta sosial, (2) definisi sosial, dan (3) perilaku sosial.

Perbedaan dan keragaman paradigma dan atau teori yang berkembang di dalam ilmu pengetahuan sosial, menuntut para peneliti untuk mencermatinya di dalam rangka memilih paradigma yang tepat bagi permasalahan dan tujuan penelitiannya.


PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa.

Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat.

Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah, merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri.

Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat, meliputi perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.

Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. Fungsi kedua, adalah sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. Fungsi ketiga dari perumusan masalah, adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

Kriteria-kriteria Perumusan Masalah

Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia.

Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori, dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.

Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.

Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian, didapati beberapa variasi, antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti, (2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian.

Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan, sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan, karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun, hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian, hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.

Sumber Buku Metode Penelitian Kualitatif Read More..

Jumat, 29 Mei 2009

duit dari internet

Buat kalian yang emang hobi banget cari duit di internet, kalian pasti tau donk yang namanya “Agloco”..yups, bisnis online yang sempet booming karna sistem kerja (cari duitnya) gampang banget yaitu cukup searching doank. Tapi seiring berjalannya waktu, program agloco ini ternyata g membayar para membernya(alias scam), udah deh..langsung pada ditinggal member2nya..

Sekarang ini telah hadir “Agloco Baru” yaitu http://myhpf.co.uk, jika dulu agloco sudah terbukti scam.. untuk yang ini beda, karna merupakan salah satu produk dari “Yahoo”..jadi mana mungkin kan yahoo akan mengorbankan nama besarnya di internet hanya dengan program ini..

Program http://myhpf.co.uk ini 100% gratis, dan seperti yang udah dibilang klo cara kerjanya gampang..kita g perlu keahlian khusus atau apapun itu tetapi kita cukup mengalihkan kebiasaan mencari sesuatu di internet melalui google ke program http://myhpf.co.uk ini..

Untuk cara kerjanya :

1. Pastinya kudu daftar dulu, langkah2 mendaftarnya :

Klo belum daftar..sok atuh klik disini, atau banner di bawah ini :




Setelah itu km pilih “GET STARTED FOR FREE”


Isi dengan benar data-data informasi pendaftarannya yang telah disediakan, setelah selesai..lalu kamu “Cek Email” untuk mengetahui username dan passwordnya(utk membuktikan klo email kita benar).

2. Klo udah tau username dan passwordnya...Selanjutnya masuk ke http://myhpf.co.uk untuk "Log In" dengan username dan password yang telah diberikan tadi lewat email..

3. Jika berhasil, maka km bakalan masuk ke halaman member atau "My Administration"..

Sy saranin setelah masuk menu my administration kamu langsung aja ganti username dan passwordnya terlebih dahulu agar ngga kesulitan login nanti kedepannya

4. Untuk memulai buat dapetin dolarnya, caranya :

Di halaman utama(My Administration), km lihat di paling bawah ada tulisan “Set Your Homepages” km klik itu,


lalu akan keluar URL homepages kamu..misal klo punya sy..

http://www.myhpf.co.uk/mypage.asp?OrgId=198255

5. Klo sudah ketemu, mulailah mengalihkan kebiasaan km yang dulunya pake www.google.com sekarang jadi pake homepages yang tadi..

6. Tinggal nunggu duitnya masuk deh..he3

Note :
"Kamu akan dibayar jika ada orang yang memakai homepages km tadi, misalnya km ingin mencari info TRIK YUWIE di internet, untuk mencarinya..jangan lah pake google, tapi buka home pages kamu..lalu cari disitu(biar dapet duit)"

Tips untuk memaksimalkan penghasilan dari program ini yaitu km cukup menjadikan alamat URL yang tadi menjadi Home Pages komputer km, klo yang belum tau..caranya(untuk mozilla) :

1. Pilih “Tools”-->”Internet Options”.

Lalu masukan URL homepages km di myhpf, ke homepage komputer..


Udah deh...hore..dapet duit lagi... Read More..

Selasa, 26 Mei 2009

Environmental Management Systems (EMS)

An Environmental Management System (EMS) is a set of processes and practices that enable an organization to reduce its environmental impacts and increase its operating efficiency. This Web site provides information and resources related to EMS for businesses, associations, the public, and state and federal agencies.

Basic Information
Learn why and how to develop an EMS.

Where You Live
This section includes information on EMS initiatives in our 10 regions.

Resources & Publications
A collection of guides, case studies, and other tools to help organizations understand and adopt EMSs for their operations, including a new report: Financial Market Incentives for Environmental Management Systems.

EPA's Position on EMS
Read about our approach to EMS development, including our position on EMS, signed December 15, 2005

EMS Initiatives Supported by EPA
We are carrying out a number of programs and activities involving EMSs, including voluntary initiatives with the public and private sectors.

EMS at EPA Facilities
Learn how we are developing and implementing EMS at our facilities.

Other Federal EMS Web Sites
A list of links that will take you to various federal agency EMS Web sites. Read More..

the principle of islam

BASIC BELIEF
According to Islam you have to believe in Allah, the Angels of Allah (Malaikah), the Books of Allah (Kutubullah), the messengers of Allah, (Rusulullah), the Day of Judgement (Yawmuddin), the Supremacy of the Divine Will (Al-Qadâr ) and life after death (Akhirah).

Allah

Allah is the name of God. Some people ascribe false attributes to Allah. We Muslims have our knowledge of Allah through what He revealed in the Holy Qura’n or through Prophet Muhammad (e , Salalahu Alihi Wasallam. SAW, peace be upon him).

“Allah, there is no god save Him, the Alive, the Eternal, Neither slumber nor sleep overtakes Him. Into Him belongs what so ever is in the heavens and what so ever is in the earth. Who is he that intercedes with Him save by His leave? he knows that which is in front of them and that which is behind them, while they encompass nothing of His knowledge save that He will. His Throne includes the hwavens and the earth, and He is never weary of preserving them. He is the Sublime, the Tremendous” (Qura’n. 2:255).

“All that is in the heavens and earth glorify Allah and He is the Mighty, the Wise. His is the Sovereignty of the heavens and the earth. He ordains life and death and has power over all things. He is the First and the Last and the Inward and the Outward. He has knowledge of all things” (Qura’n. 57:1-4).

“Everything will perish save His countenance. His is the command and unto Him you will be brought back”(Qura’n. 28:88).

“The Originator of the heavens and the earth, when He will a thing He only says unto it “BE” and it is (Qura’n. 2:117)

“And not an atom’s weight in the earth or in the heavens escapes your Lord’s knowledge; neither is there anything smaller than that or larger, but is recorded in a clear decree” (Qura’n. 10-61).

“He knows what you conceal and what you reveal and God knows well the (secrets) of (all) hearts. (Qura’n. 64:4).

“There is nothing like unto Him” (Qura’n. 42:11).

Angles of Allah

The angels have been created from light, they obey Allah, carryout His will and have no free will, Angel Gibril (Gabriel) for example brought revelations from Allah to Prophet Muhammad (SAW) and other prophets. Other angels record our deeds or carryout other functions.

Books of Allah

Allah revealed Books of guidance through his prophets. Muslims believe in all the Original Books of Allah mentioned in the Qura’n, the Tawrat (Turah of Moses), the Zabur (Psalma of David), the Injil (Gospel) and Suhuf Ibrahim (the Scrollsof Abraham). The Qura’n is the only book of Allah which exists unchanged in its original form. The other Books are not in their original languages and are distorted and mixed with human words. The Qura’n was recorded as soon as it was revealed and was memorised by heart by Muslims.

Messengers of Allah

Allah sent prophets and messengers to show people the right path there is no nation to which Allah did not send a prophet as mentioned the Qura’n (35:24). The name of 25 prophets are mentioned in the Qura’n . Example of these prophets are: Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa and Muhammad ( Peace be upon them ). All prophets and messengers preached Islam i.e. to surrender to the Will of Allah the One who has no partners. Muhammad (SAW) is the seal of prophets (Qura’n 33:40).

Al Qadar

Allah has given man a free will. He does not force man to obey or disobey. Allah, The fact Allah knows what we are going to do does not mean that we do not have free will, knows whether man will obey or disobey.

Akhirah

Life on earth is meant to be a preparation for the Akhirah (life after death) Life is meaningless if people of good actions are not rewarded and people of bad conduct are not punished at the Day of Judgement. Muslim believers will be rewarded for their good actions by admitting them to Janah (Paradise) Wrong-doers and unbelievers will be punished in Annar ( Hell Fire ).

PILLARS OF ISLAM

In Islam there are five basic duties which Muslims must perform. They are known as the five pillars of Islam (Arkanul Islam). These are: Shahadah, the establishment of prayer (Salah), the payment of Zakah (paying the poor due), the Hajj (pilgrimage to Makkah and Sawm Ramadan (fasting the month of Ramadan).

SHAHADA (The First Pillar of Islam)

لا إله إلا الله محمد رسول الله

“La llaha illal-lahu Muhammad resululah“

“There is no god but Allah and Muhammad is the messenger of Allah“

This declaration is called “Shahadah”.

1. Shahadah means that there is only One Lord, Allah, the Creator, the Organizer, the Planner and the Sustainer of the Universe.
2. Shahadah means that Allah has the most Beautiful Names and Qualities mentioned by the Qur’an or Prophet Muhammad (SAW). ALL names and qualities of Allah are taken without changing their meanings or neglecting them. We should keep in mind that ”Nothing is like unto Allah” (Qura’n 42:11). Therefore, it does not meet with Majesty of Allah to be confined with a time or a place and it is not accepted that Allah existed in any of His creation including Jesus Christ (peace be upon him).
3. Shahadah means that Muhammad (SAW) is the messenger of Allah, Allah Says: “Muhammad is the messenger of Allah and the seal of the prophets” (Qura’n 33:40). “And whatever the messenger (Muhammad) gives you, take it and whatever he forbids you, abstain from it”. (Qura’n 59:1). “Say (O Muhammad) if you love Allah follow me Allah loves you” (Qura’n 3:31).

Therefore, whatever any one says may be taken or rejected as to whether his sayings are in accordance with the Book of Allah (the Qura’n) or with the tradition of prophet Muhammad (SAW) (Sayings and deeds).

In order to become a Muslim, you have to utter “Shahadah” by your tongue and your actions should confirm the meanings of Shahadah.

SALAH (The Second Pillar of Islam)

The second pillar of Islam is performing Salah (prayer). The Muslim is enjoined to perform five obligatory prayers every day to keep himself in relation with his Lord, to invoke and implore Him, and to refrain himself from committing lewdness or indecency. These prayers not only ensure psychological rest to the Muslim in this present life, but they also pave the way to him to gain eternal happiness in the hereafter.

To perform prayer, one should be clean, wearing clean clothes and perform prayer in a clean place.

The Muslim should always cleanse himself by pure water. He should remove all traces of stool, urine, or any other dirt. Before prayer the Muslim should perform Wudu (ablution).

Prayer is the pillar of religion. It succeeds in importance the Shahadah Therefore, it is not only a duty on the Muslim to observe performing prayers from his maturity up to his death, but he should also order his household to perform it. He should also order his children to start practicing it from the time when they are 7 years old so that they may be accustomed to perform it. Allah Says:

" إن الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا " النساء : من آية 103

“enjoined on the believers.” (Qur’an 4:103).Performing prayers at fixed times has been

The prophet (SAW) said: “The obligation which distinguishes betus and the unbelievers is prayer”. Therefore, whosoever resists prayer, becomes unbeliever. Prayer is a duty on the Muslim in all circumstances. Even if he is sick or frightened he should perform his daily prayers, standing, sitting or even lying.

The five obligatory daily prayers are the Morning Prayer (Fajr), the noon prayer (Zuhr), the afternoon prayer (Asr), the evening prayer (Maghrib) and the night prayer (Ishaa).

The time due to Morning Prayer begins at true dawn and extends until the sun rises. It should not be delayed beyond this span of time. The time for noon prayer starts from the Zawal (a little after the sun passes the meridian) and extends till one’s shadow becomes equal to its own length plus the length of its noon- time shadow. The time enjoined for afternoon prayer starts after the end of noon-prayer time and extends until the sun turns yellow. One must hasten to perform it while the sun is still bright. The time for Maghrib prayer begins soon after sunsets and lasts till the disappearance of the twilight. Its performance should not be delayed. The time for Ishaa prayer begins after the disappearance of the twilight and lasts till midnight. If a Muslim delays one of these five prayers, he commits a grievous sin. He should turn to Allah in repentance and refrain himself from recommitting it. The Qura’n warns those who delay their prayers from its fixed times.

"فويل للمصلين الذين هم عن صلاتهم ساهون "سورة الماعون الآية 4-5

“Woe unto those who pray but delay their prayers from its stated fixed time” (Quran 107: 7-4).

Performance of Wudu (Ablution)

Wudu is the act of washing those parts of the body that are generally exposed. The water should be pure clean and fresh with no change in its colour, taste and smell. Wudu is done as follows:

1. Make a full intention of performing the Wudu for offering prayer and recite.

"بسم الله الرحمن الرحيم"

“Bismillahir – rahmanir – rahim“, (in the Name of Allah, the Compassionate, the Most Merciful).

2. Wash hands up to the wrists three times, passing the fingers in between each other.
3. Rinse your mouth with water three times.
4. Rinse the nostrils with water, sniffing up water and blowing it out.

5. Wash the face from the forehead to the chin bone and from ear to ear three times.
6. Wash the right arm followed by the left up to elbows three times.
7. Brush up the whole head with wet hands.

8. Pass the wet tips of the index fingers inside and the wet tips of the thumbs outside the ears.
9. Wash the feet up to the ankles three times. The right foot is washed first and then the left, taking care to wash in between the toes.

The same Wudu may be used for several prayers. However, if a Muslim urinates, defecates, passes wind or loses his consciousness for any reason after Wudu he should re-perform it again before prayer.

If a Muslim is in a state of major impurity (discharged semen in erotic dreams, or practiced intercourse … etc), he should clean his body by taking a bath. Women also should carry out this cleansing bath to purify themselves after menstruation or childbirth. Allah has disburdened women and exempted them from performing prayer during menstruation and childbirth till blood stops (for a maximum of 40 days according to some scholars or 60 days according to others).

If a Muslim is in a desert area or on a journey and finds no water, or if he fears that using water will harm him (because of sickness), he is permitted to purify himself by using good clean earth or sand instead of water. This is called, Tayammum, (purification with earth). It is done in the following way: you intend by heart to perform it, then you strike the dust (or sand) with your hands and wipe your hands over your face, your right hand by your left hand and your left hand by your right hand. Purification with earth is also permissible to women after the period of menstruation or confinement if water is not available, or if its could harm them.

Adhan (call to prayer)

The person who gives the Adhan is called the mu’azzin (Caller).

While calling for prayer, he stands in the Minaret or in the courtyard of the mosque, facing the Qiblah and raises his hands to his ears and calls out.

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

أشهد أن لا اله إلا الله (Ashhadu alla ilaha illallah) (I bear witness that there is no god but Allah)

أشهد أن لا اله إلا الله (Ashhadu alla ilaha illallah) (I bear witness that there is no god but Allah)

اشهد أن محمدا رسول الله (Ashhadu anna muhammader rasulllah) (Ibear witness that Muhammad is Allah’s messenger)

اشهد أن محمدا رسول الله (Ashhadu anna muhammader rasulllah) (Ibear witness that Muhammad is Allah’s messenger)

حي على الصلوة (Hayya ala salah) (come to prayer)

حي على الصلوة (Hayya ala salah) (come to prayer)

حي على الفلاح (Hayya ala alfalah) (come to success)

حي على الفلاح (Hayya ala alfalah) (come to success)

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

الله اكبر (Allahu Akber) (Allah is the Greatest)

لا اله إلا الله (la ilaha illallah) (here is no god but Allah )

During the Adhan for Fajr Salah, the following is added after Hayya alal falah:

الصلوة خير من النوم (Assalatu khairun minan naum) (Salah is better than sleep)

Iqamah

Iqamah is another call to prayer said just before the actual start of Salah. The following is aid (in Arabic language):

0. Allah is great twice.
1. I bear witness that there is no god but Allah once.
2. I bear witness that Muhammad is Allah’s Messenger once.
3. Rush to prayer once.
4. Rush to success once.
5. The prayer has begun twice.
6. Allah great twice.
7. There is no god but Allah once.
8. It is similar to Adhan except that after Hayya alal falah the following added:

قد قامت الصلوة (Qad Qamatis salah) (the prayer has begun)

Performance of Salah

A prayer consists of either two, three or four Raka’at: A Raka’at is performed in the following way:

1. Stand erect, facing the direction of Ka’aba in makkah, and make the Niyyat (the intention) in your mind of what prayer you are about to offer, preferably uttering t to yourself, Raise both hands up to the ears and say:

"الله اكبر "

“Allahu – Akbar”, (Allah is Great).

Bring them down or place the right hand upon the left below the chest and above the navel.

2. Recite the Opening Chapter of the Holy ura’n (the Fatiha):

بسم الله الرحمن الرحيم . الحمد لله رب العالمين . الرحمن الرحيم . مالك يوم الدين . إياك نعبد وإياك نستعين . أهدنا الصراط المستقيم . صراط الذين أنعمت عليهم غير لمغضوب عليهم ولا الضالين . ( سورة الفاتحة .

Alhamdu lillahi rabbil aalameen, ar-ahmanir-rahim, maliki yawm-id-deen, iyyaka na’abudu wa iyyaka nasta,een; ihdinas-siratal mustaqeema sirat-alla-zina an,ammta alayhim ghairil magh-doobi alayhim a-lad-daaleen (ameen).

The meaning of this glorious sura can be translated as follows:

“In the name of Allah, the Compassionate, the Most-Merciful. Praise be to Allah, the Lord of the Worlds The Most–Merciful the Most Compassionate. The Master of the Day of Judgment: You Alone we worship, and you Alone we ask for help. Show us the straight way, the way of those whom you have blessed, who have not incurred your displeasure, nor gone astray.”

These verses of Quran, and all other verses, should be recited in Arabic language.

Then recite a passage from the Holy Qur’an. For this purpose any one of the small chapters may be selected as, for instance, the chapter termed, ‘The Unity,”

بسم الله الرحمن الرحيم

(( قل هو الله أحد * الله الصمد * لم يلد ولم يولد * ولم يكن له كفوا أحد ))

Bismillahir rahmanir rahim

“Kul Huwallahu ahad, Allahus samad, lam Yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad”.

In the Name of Allah the Compassionate, the Most Merciful

“Say: He is Allah, the One, Allah, the eternally besought of all.

He begets not no is He begotten. And there is none comparable

Unto Him“.

3. Say: “Allaho-Akbar” and bow down in Ruk’u and say thrice:

"سبحان ربي العظيم "

Subhan Rabbiyal-azeem (How gloriois my Lord the Great).

4. Assume the standing position, letting the hands remain on the sides and say:

" سمع الله لمن حمده "

Sami’allahu liman hamidah

" ربنا ولك الحمد"

Rahana wa Lakal – hamd

(Allah has listened to him who has praised Him; Our Lord, praise be to you)

5. Saying” Allahu-Akbar” and prostrate to perform the Saidah, saying thrice:

" سبحان ربي الأعلى"

Subhan Rabbiyal-a’la (All glory be to my Lord, the Most High)

6. Raise yourself sitting for a which in a reverential posture, termed Jalsah and say once.

" اللهم اغفر لي و ارحمني"

Allahummaghfirli warhamni. (O Allah ! forgive me and have mercy upon me).

7. Perform the second sajdah exactly in the same way as the first one. This finishes one Raka’at.
8. Say “ Allahu Akbar, stand erct once again, repeat all that done in the perfomance of the first Raka’at.
9. After the second Raka’at second Sajdan is over, say “Allahu-Akbar” and sit down in the reverential posture and recite.

التحيات لله و الصلوات و الطيبات السلام عليك أيها النبي ورحمة الله و بركاته. السلام علينا و علي عباد الله الصالحين . أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد عبده و رسوله

“At-tahiyyato lillahi wassalawato wat-taiyyibat. Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakathu assalamu alaina wa’ala’ibadillah –is saliheen. Ash-hand alla ilaha illalah wa ashhadu anna Muhammadun abdubu wa rasooluh”.

All Worships and praises are for Allah’s peace be upon you, O prophet, his mercy and His blessings too. Peace be on us and on all righteous servants of Allah. I testify that there is no God save Allah and testify that Muhammad is His servant and messenger.

10. If more than two Raka’at are to be performed, say “Allahu Akbar”, stand up again, and complete one two Raka’at as the case may be, sit down in the reverential posture which is also obviously adopted if the prayer consists of two Raka,at only. In that reverential posture, recite in addition to Tashahud, the Salawat

اللهم صل علي محمد وعلي آل محمد كما صليت علي إبراهيم وعبي آل إبراهيم وبارك علي محمد وعلي آل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي آل إبراهيم انك حميد مجيد

“Allahumma salli’ala Muhammadin wa’ala ali Mihammadin kama sallayta ala Ibrahim wa’ala ali Ibrahim, wa barik ala Mihammadin wa’ala ali Muhammadin kamma barakta ala Ibrahim wa’ala ali Ibrahim, innaka hamidun majeed”.

O, Allah have mercy on Muhammad and those related to Muhammad, just as You had mercy on Ibrahim and on those related to Ibrahim. O. Allah bestow Your blessings on Muhammad and on those related to Muhammad as You had bestowed it on Ibrahim and those related to Ibrahim. Surely, You are The Praisworthy, The Great.”

11. Turn your face to the right and say السلام عليكم ورحمة الله Assalamu-alaykum wa rahmatullah (peace be upon you and the mercy of Allah). Then turn it to the let and repeat the same. Here the prayer is complete.

Morning prayer is two rak’ast. Zuhr, Asr and Isha prayers are four rak’ats while maghrib prayer is three rak’ats. All verses of the Qura’n and other verses should be recited in Arabic.

Al-Kawthar (108)

سورة الكوثر

بسم الله الرحمن الرحيم

أنا أعطيناك الكوثر * فصل لربك وأنحر * إن شانئك هو الأبتر *

Bimillàhir rahmànir

Nnà a’tainakal kawthar.

Fa salli lirabbika wanhar

Inna shàni’aka huwàl abtar.

Maning:

IN the name of Allah, The Compassionat the Most Merciful.

In deed we have given you the Kawther (Abundance or fountain);

So pray to your Lord and make sacrifice.

Surely your hater is the one cut off.



Al-Mà’un (107)

سورة الماعون

بسم الله الرحمن الرحيم

أرءيت الذي يكذب بالدين * فذلك الذي يدع اليتيم * ولا يحض علي طعام المسكين * فويل للمصلين * الذين هم عن صلاتهم ساهون* الذين هم يراءون * و يمنعون الماعون *

Bismilahir rahmanir rahim

Ara’ aital ladhi yukadhdhibu biddin.

Fadhàlikal ladhi yadu’ul yatim.

Wa làyahuddu ala ta amil miskin.

Fawailul lil mussallin.

Alladhina hum ‘an salàtihim sàhun .

Alladhina hum yurà wùn.

Wayamna ùnal mà ùn.

Meaning:

In the name of Allah, The Compassionate the Most merciful.

Have you seen him who denies religion?

It is he who harshly repels the orphan.

And does not urge others to feed the needy.

Woe to those who pray.

But are heedless of their prayers;

Who put on a show of piety

But refuse to give even the smallest help to others. Read More..